Resume Artikel Ilmiah “Change in Attitudes of Indonesian Primary School Children in 2014-2018 (Gerakan Nusantara)”
Artikel ilmiah yang berjudul “Change in Attitudes of Indonesian Primary School Children in 2014-2018 (Gerakan Nusantara)” oleh Dinar Farrasia Hafizhah, Ahmad Syafiq, dan Sandra Fikawati membahas dampak program edukasi gizi "Gerakan Nusantara" terhadap perubahan sikap gizi anak-anak sekolah dasar di Indonesia selama periode 2014-2018. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas program dalam mengubah sikap terkait gizi dan kesehatan anak-anak, serta untuk melihat bagaimana pengetahuan gizi berhubungan dengan perubahan sikap tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang menggunakan data sekunder dari Gerakan Nusantara yang melibatkan 7605 siswa kelas III, IV, dan V di berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Makassar, dan beberapa daerah lainnya. Program Gerakan Nusantara, yang diselenggarakan oleh PT. Frisian Flag Indonesia bekerja sama dengan Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Universitas Indonesia, dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan praktik gizi seimbang di kalangan anak-anak sekolah dasar. Program ini melibatkan berbagai kegiatan seperti edukasi gizi di kelas, aktivitas fisik di luar ruangan, pembagian susu, renovasi kantin sehat, dan pelatihan untuk guru dan orang tua.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan sikap yang signifikan pada anak-anak yang terlibat dalam program ini setiap tahunnya. Pada tahun 2014, terdapat peningkatan sikap sebesar 4%, diikuti dengan 6% pada tahun 2015, 6% pada tahun 2016, 10% pada tahun 2017, dan lonjakan yang lebih signifikan sebesar 36% pada tahun 2018. Peningkatan ini menunjukkan bahwa intervensi program Gerakan Nusantara berhasil dalam meningkatkan sikap positif terhadap gizi di kalangan siswa. Selain itu, analisis korelasi menunjukkan hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi dan perubahan sikap, dengan koefisien korelasi yang meningkat dari tahun ke tahun, mulai dari 0,47 pada tahun 2014 hingga 0,41 pada tahun 2018.
Program ini tidak hanya fokus pada anak-anak tetapi juga melibatkan guru dan orang tua melalui pelatihan dan seminar. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran dan praktik gizi seimbang. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik mengenai gizi dapat mempengaruhi sikap dan perilaku anak terhadap makanan, dan program ini menegaskan pentingnya pendidikan gizi sejak dini sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kesehatan anak-anak di masa depan.
Namun, tantangan tetap ada, seperti perbedaan efektivitas program berdasarkan wilayah dan karakteristik demografis lainnya. Misalnya, perbedaan yang signifikan ditemukan dalam perubahan sikap di antara siswa dari berbagai kota, dengan beberapa daerah menunjukkan perubahan yang lebih kuat daripada yang lain. Selain itu, meskipun tidak ada perbedaan yang signifikan antara jenis kelamin dalam hal sikap, ada variasi dalam respons berdasarkan usia dan kelas siswa.
Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa program Gerakan Nusantara efektif dalam meningkatkan sikap positif terhadap gizi di kalangan siswa sekolah dasar. Hasil ini menunjukkan pentingnya melanjutkan program pendidikan gizi di sekolah-sekolah dan menekankan perlunya pendekatan yang holistik yang melibatkan semua pihak terkait, termasuk siswa, guru, dan orang tua, untuk mencapai perubahan yang berkelanjutan dalam sikap dan perilaku gizi anak-anak. Penelitian ini juga menyarankan agar pendidikan gizi menjadi bagian integral dari kurikulum sekolah dasar untuk mencapai hasil yang lebih luas dan berkelanjutan.
Komentar
Posting Komentar